2 Februari 2013

DEFINISI ILMU TAFSIR

Ilmu tafsir secara Etimologi yaitu : Penjelasan, pengungkapan, dan penjabaran kata yang samar. Secara Termenologi : penjelasan terhadap kalamulloh, / lafadz-lafadz Alqur’an dan pemahamannya. Secara Umum Ilmu Tafsir Yaitu : ilmu yang bekerja untuk mengetahui arti dan maksud dari ayat-ayat al qur’an. 1. Menurut badruddin azzarkasi yaitu : memahami ayat2 Alloh yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW, menjelaskan makna-makna dan mengunkap hikmah dan hokum yang ada di dalamnya 2. Jalaluddin Assuyuti : Tafsir adalah menjelaskan tentang nuzulul qur’an, hokum-hukum yang ada di dalam al qur’an MACAM-MACAM TAFSIR : 1. Tafsir Bil Ma’tsur /Bin Naqli / Birriwayah Bil Ma’tsur yaitu : menafsiri ayat al qur’an dengan Al Qur’an / dengan Hadist, atau dengan Qoul Sahabat/ Tabi’in untuk menjelaskan suatu yang di kehendaki Alloh 2. Tafsir Birro’yi / Bil Aqli / Biddiroyah : Tafsir yang menjelaskan maknanya, mufassir berpegang teguh pada pemahamannya dengan menyimpulkan / istibath yg didasarkan pada ro’yu semata Tafsir birro’yi ada 2 yaitu : a. Tafsir Mahmud : suatu penafsiran sesuai dengankehendak sari’ah (penafsiran oleh orang yg menguasai sari’ah) jaugh darikebodohan dan kesesatan sesuai dg kaidah bahasa arab serta berpegang tegung pada uslub-uslub dalam memahami qur’aniyah b. Tafsir Madzmum : penafsiran tanpa berdasarkan ilmu / mengikuti hawa nafsu, dan kehendak sendiri, tanpa mengikuti kaidah bahasa /sari’ah, tafsir madzmum termasuk haran, sebagaimana firman Alloh Q.S. Al isro’ ayat 36: yang artinya : (“Dan janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya”) 3. Tafsir Bil Itsari yaitu : setiap ayat mempuyai makna dlohir dan batin. Dhohir adalah yang mudah dipahami oleh akal pikiran. Batin adalah : isyarat-isyaratnya tersembunyi dibalik itu yang hanya diketahui oleh ahlinya 4. Tafsir Bil Izhali disebut juga metode campuran antara tafsir bil ma’tsur dan tafsir birro’yi adalah : penafsiran al qur’an di dasarkan atas perpaduan antara sumber-sumber tafsir riwayah yg kuat dan shoheh dengan sumber hasilijtihad. SYARAT MENJADI MUFASSIR : 1. Tahu tentang ilmu tafsir 2. Tahu tentang ilmu bahasa arab, karena Alloh melarang menafsirkan Al qur’an tanpa bahasa aran 3. Ilmu nahwu : untuk mengetahui perubahan makna 4. Tahu ilmu sorrof untuk mengetahui sighot dan mabni 5. Tahu tentang ilmu istiqoq 6. Tahu tentang ilmu qowaidul lughoh 7. Tahu tentang ilmu balaghoh ( Ma’ani, bayan, dan badi’) 8. Tahu tentang ilmu qiro’ah untuk mengetahui cara membaca alqur’an 9. Mengetahui ilmu usuluddin untuk mengetahui hal yang wajib, mustahil, dan jais bagi Alloh 10. Mengetahui ilmu usul fiq untuk mengetahui cara pengambilan hokum dari al qur’an, ijmal,tabyin, khusus, umum, itlaq, dan taqyid 11. Tahu ilmu azbabunnnuzul untuk mengetahui ketentuan sebab turunnya ayat 12. Tahu ilmu qosos, ikhbar untuk qosos tafsil dan mujmal 13. Tahu nasih mansuh untuk mengetahui ilmu yang dihukumi dari yang lain 14. Tahu tentang ilmu hadist yang menerangkan / almubayyin 15. Tahu tentang ilmu mauhibbah / ikhlasul mauhibbah Mauhibbah : ilmu yang METODOLOGI TAFSIR MENURUT ABUL HAYYI AL GHIRFANI ADA 4 YAITU : 1. Tahlili / Analitik yaitu : satu metode tafsir yang penafsirnya menafsirkan ayat-ayat dari segala segi dan maknanya secara urut yang tersusun dalam al qur’an 2. Ijmali yaitu : penafsiran al qur’an secara singkat dan global dgn menjelaskan makna yg dimaksudsetiap kalimat dgn bahasa yg ringkas sehingga dapat di pahami 3. Muqoron yaitu : menafsirkan al qur’an dengan metode membandingkan antara ayat dengan ayat, ayat dengan hadist, pendapat ulama’ tafsir dengan menunjolkan perbedaan tertentu dari objek yang diperbandingkan. 4. Maudu’i yaitu : tafsir yang menjawab al qur’an dengan cara mengumpulkan al qur’an yang mempunyai tujuan satu yang membahas topic tertentu dan menertibkan sesuai dengan masa turunnya selaras dengan kedudukannya HERMENEUTIKA Hermeneutika adalah tafsir Bible. The New Encyclopedia Britannica menjelaskan bahwa hermeneutika adalah the study of the general principle of biblical interpretation to discover the truths and values of the Bible (studi prinsip-prinsip umum tentang penafsiran Bible untuk mencari kebenaran dan nilai-nilai kebenaran Bible). Bible itu sendiri adalah kitab suci Kristen dan Yahudi, terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Akar katanya berasal dari bahasa Yunani Kuno ta hermeneutika yang berarti ‘hal-hal yang berkenaan dengan pemahaman dan penerjemahan suatu pesan’. Kata tersebut merupakan turunan dari hermes, yang dalam mitologi Yunani dikatakan sebagai dewa yang diutus oleh Zeus (Tuhan) untuk menyampaikan pesan dan berita kepada manusia di bumi. Dan konsep hermeneutic itu sendiri di masa Yunani resminya digunakan untuk kebutuhan kultural bagi menentukan makna, peran dan fungsi teks-teks kesusasteraan yang berasal dari masyarakat Yunani kuno. Saat itu dikenal dua model interpretasi, yaitu literal yang dikembangkan Aristoteles, dan alegoris yang dikembangkan oleh Plato. Dalam analisis Werner, setidaknya ada tiga lingkungan yang mendominasi pengaruh terhadap pembentukan hermeneutika hingga sekarang : 1. Masyarakat yang terpengaruh mitologi Yunani 2. Masyarakat Yahudi dan Kristen yang mengalami masalah dengan teks kitab “suci” agama mereka 3. Masyarakat Eropa zaman pencerahan (Enlightenment) yang berusaha lepas dari otoritas keagamaan dan membawa hermeneutika keluar konteks keagamaan Ketiga miliu ini tidak terjadi secara bersamaan, akan tetapi merupakan tahapan-tahapan. Berdasarkan analisis tersebut, Hamid Fahmi Zarkasyi membagi sejarah hermeneutika menjadi tiga fase, yaitu: 1. Dari mitologi Yunani ke teologi Yahudi dan Kristen 2. Dari teologi Kristen yang problematik ke gerakan rasionalisasi dan filsafat 3. Dari hermeneutika filosofis menjadi filsafat hermeneutika Dari filsafat hermeneutika inilah akhirnya hermeneutika dikembangkan dan diujicoba untuk dimasukkan dalam kajian-kajian al-Quran oleh Fazlur Rahman (1919-1998), Aminah Wadud, Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Muhammad Syahrur, yang kemudian diadapsi oleh pemikir-pemikir yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti Ulil Abshar Abdalla, Lutfhie Assyaukanie dan Taufik Adnan Amal CORAK TAFSIR / PENDEKATAN ERMENEUTIKA YAITU : 1. Lughowi 2. Fighi/hukmi 3. Tauhidi / kalami 4. ‘ilmi 5. Falsafi 6. Sufi / instuisi/ kepuasan batin 7. Adabi ijma’i/ kontek social kemasyarakatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar